Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Menggunakan Inovasi sebagai Alat untuk Beradaptasi

 
Oleh: Moch. Irfan Mubarok

Judul: Transformasi Pendidikan
Penulis: Mochtar Buchori
Penerbit: IKIP Muhammadiyah Jakarta 
Tahun Terbit: 1995
Tebal: xii + 219 halaman
ISBN: 979-8405-11-0


Saya akan memberikan beberapa pendapat setelah membaca buku ini. Terus terang buku ini sangat memukau menurut saya. Karena selain gaya bahasa yang digunakan, di dalamnya terdapat kosakata asing dan baru yang membuat saya lebih tertarik lagi untuk membaca buku ini. Tidak hanya membaca, tetapi saya juga berusaha untuk memahaminya. 

Di awal buku, penulis menyinggung beberapa masalah yang ada di dalam dunia pendidikan, seperti isu kebebasan yang tidak selaras dengan pendapat Ki Hajar Dewantara, sang Bapak Pendidikan. Beliau (Mochtar Buchori) menjelaskan bahwa sistem pendidikan yang dijalankan pada zaman sekarang tidak berjalan selaras dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, bahkan pendidikan di zaman sekarang bisa dikatakan "jeruji akal". 

Beliau juga menjelaskan bahwa kita sudah semestinya harus bisa berinovasi dengan perubahan zaman yang berlangsung secara bertahap. Maka dari itu, kita perlu melakukan transformasi pendidikan secara bertahap, tidak perlu terburu-buru. Karena pada dasarnya, kita mempersiapkan hal yang masa berlakunya jangka panjang. 

Beliau juga memberi contoh dengan sebuah kalimat, "Jadilah seperti mangga yang diimpor dari Mesir." Apa makna dari kalimat tersebut? Pada dasarnya menemukan mangga di negara Mesir sangatlah langka, dan kenapa bisa disebut "impor"? Maka makna sesungguhnya ialah: jadilah orang yang mudah beradaptasi dan memproduksi ide terhadap ide tersebut. Ketika sudah beradaptasi dan melakukan gaya hidup yang sedikit berbeda, maka mangga tersebut bisa menyaingi kualitas dunia. Mangga yang awalnya dianggap buah lokal, ketika dipadukan dengan ilmu pendidikan dan teknologi dari negara luar, maka mangga tersebut mendapatkan kualitas yang sama dengan buah-buah kualitas internasional. 

Dari halaman pertama ketika saya membaca buku tersebut sampai membaca halaman di bagian terakhir, saya amat terkesan dengan dua hal. Pertama, kosakata pilihan yang digunakan yang membuat saya terpana dan menambah wawasan baru terhadap kosakata tersebut. Yang kedua, kalimat tentang mangga yang diimpor dari Mesir tersebut. Ketika kita sudah bisa memahami kalimat tersebut saja, kita sudah diberikan wawasan yang sangat luas, apalagi ketika kita bisa memahami isi dari seluruh halaman pada buku tersebut. 

Menurut saya, buku ini pantas saya beri bintang 3,5 untuk pembaca pemula. Namun, untuk pembaca yang bukan pemula mungkin bisa memberi bintang sekitar 4. Pada awalnya, saya sangat terkejut karena memang buku ini sudah terbit jauh sebelum saya lahir, sekitar di bawah tahun 2007-an. Yang terakhir, satu kata untuk buku ini adalah "keren".

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Pendidikan selalu berkembang sesuai zaman. Bukunya terbitan lama, tapi tetap bermanfaat untuk pendidikan di era selanjutnya 👍🏻

    BalasHapus